Kubah masjid adalah investasi jangka panjang. Dengan perawatan yang tepat, kubah berkualitas bisa bertahan 20–40 tahun bahkan lebih. Sebaliknya, tanpa perawatan, kubah terbaik pun bisa rusak lebih cepat dari seharusnya.
Berikut adalah 5 cara merawat kubah masjid yang bisa dilakukan oleh pengurus masjid secara berkala.
Debu, kotoran burung, dan sisa air hujan yang mengandung mineral bisa meninggalkan noda membandel pada permukaan kubah. Lakukan pembersihan ringan setidaknya 2–3 kali per tahun.
⚠️ Perhatian: Jangan gunakan sikat kawat atau bahan abrasif yang bisa menggores permukaan kubah, terutama pada kubah stainless.
Salah satu penyebab utama kebocoran kubah adalah kerusakan pada sambungan panel atau sealant yang sudah mengering dan retak. Periksa kondisi sambungan minimal 1 kali per tahun, terutama setelah musim hujan lebat.
Rangka kubah yang berkualitas seharusnya tidak berkarat. Namun pada kubah yang sudah lebih dari 10 tahun, ada baiknya memeriksa kondisi rangka dan baut pemasangan.
Jika masjid Anda memiliki kubah berbahan baja biasa yang dicat, maka pengecatan ulang perlu dilakukan setiap 3–5 tahun sekali. Namun untuk kubah enamel, stainless, atau galvalume berkualitas, hal ini tidak diperlukan.
Ini salah satu keunggulan kubah enamel dan stainless — tidak perlu pengecatan ulang seumur hidup kubah.
Prinsip terpenting dalam perawatan kubah masjid: jangan tunda perbaikan kecil. Retak kecil yang diabaikan bisa menjadi kebocoran besar. Panel yang sedikit longgar bisa terlepas saat angin kencang.
Tim teknisi CV Latu Ampuh siap membantu perbaikan dan perawatan kubah di seluruh Indonesia.
Hubungi Tim Kami